Minggu, 04 September 2011

LANTAI KAYU AREN DIMINATI DI JEPANG

Kesukaan orang Jepang pada lantai rumah yang terbuat dari kayu berwarna cerah ternyata bukan harga mati. Lantai berwarna kelam dari bahan kayu aren pun mulai disukai sebagai alternatif dan dianggap funky. Informasi ini dikemukakan Manajer Marketing PT.Sakura Sentral, Ellen Langi MBA, berdasarkan pengalamannya sendiri sebagai produsen dan eskportir building material. Biasanya, katanya, konsumen Jepang lebih senang lantai kayu berwarna cerah, sebaliknya konsumen Eropa dan Amerika lebih menyukai kayu berwarna agak gelap.Namun khusus untuk lantai kayu aren, konsumen Jepang ternyata mau kompromi.

PT Sakura Sentral tidak mengalami kesulitan soal mengolah kayu aren, sebab perusahaan dan ekportir bahan bangunan terbesar di Sulawesi Utara ini sudah berpengalaman mengolah bahan baku sejenis, yaitu batang kelapa menjadi mebel,. Itulah bisnis awal perusahaan keluarga Langi yang berbasis di Kotamobagu, Sulut ini.
Dengan produk andalan daun pintu dan lantai dari kayu nyato,lingua, lasi dan aren, PT Sakura Sentral secara reguler mengapalkan ke mancanegara satu konteiner (20 feet) setiap minggu. Semua pelanggan itu kami dapatkan dengan rajin ikut pameran, termasuk PPE sejak tujuh tahun lalu.

Sayang di PPE sekarang ini orang bulenya sedikit sekali, sedangkan buyer dari Timteng berjubel. Buyer dari Timteng kebanyakan mencari barang-barang murah, padahal buatan kita kan kualitas ekpor, katanya.



Sumber: http://arengasugar.multiply.com/journal/item/16/LANTAI_KAYU_AREN_DIMINATI_DI_JEPANG